Karier Ardito Wijaya, Seorang Dokter Jadi Bupati Lampung Tengah, Kini Terancam Jadi Tersangka Korupsi
Ramanews.tv, Lampung – Visi mulia “Lampung Tengah yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan adil” berakhir tragis di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kamis (11/12) siang, Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, diringkus dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Ironi terpampang nyata. Ardito, yang baru saja terpilih kembali untuk periode 2025-2030, justru harus menghadapi proses hukum di awal masa jabatannya. Ia maju berpasangan dengan I Komang Koheri, diusung oleh PDI Perjuangan pada Pilkada 2024, sebuah langkah politik yang menarik mengingat latar belakangnya sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Peregukan karier politiknya semakin jelas usai ia memutuskan beralih ke Partai Golkar pada Agustus 2025.
Namun, sebelum terjun ke dunia politik yang penuh liku, Ardito adalah seorang dokter yang meniti karier dari bawah. Awal pengabdiannya dimulai pada 2010 di Puskesmas Seputih Surabaya, Lampung Tengah, melayani masyarakat pedesaan. Dedikasinya berlanjut di Puskesmas Rumbia (2011-2012) sebelum akhirnya berpindah ke Dinas Kesehatan setempat. Pengalaman dan kompetensinya diakui dengan penunjukannya sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Kabid P2PL) pada 2014.
Jejak pengabdian di sektor kesehatan itu menjadi modal politiknya, melambungkannya hingga akhirnya terpilih sebagai Wakil Bupati mendampingi Musa Ahmad. Karier yang dibangun dari pelayanan itu kini tercoreng oleh satu operasi yang mengubah segalanya.
OTT ini tidak hanya menangkap seorang bupati, tetapi juga menjadi potret suram transisi seorang pelayan publik yang pernah berbakti, berpotensi menjadi tersangka yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.(*)
