Miris! Kondisi Plafon Kantor SD Negeri 1 Srimenganten Tanggamus Memprihatinkan

Ramanews|Tanggamus – Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Srimenganten, Kecamatan Pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus kondisi infrastruktur bangunannya nampak miris dan memprihatikan.

Dari pantauan di lokasi, kondisi bangunan kantor sekolah nampak mengalami kerusakan di bagian plafon. Terlihat langit-langit kantor telah terdapat sejumlah lubang yang menganga dan terdapat kepingan triplek yang hampir jatuh.

Berdasarkan informasi yang didapat Ramanews.tv dari salah seorang guru yang enggan disebut namanya, pernah ada kejadian di mana seorang tenaga pendidik di sekolah itu tertimpa batang kayu yang jatuh dari langit-langit kantor, sehingga menyebabkan luka di bagian kening.

“Iya. Ya jadi luka kepalanya. Lumayan sih ukuran kayu yang jatuh itu,” ungkapnya.

Operator (OPS) SD Negeri 1 Srimenganten, Saipul mengatakan sekolah tersebut seringkali ditinjau oleh dinas terkait, namun sampai saat ini belum ada upaya perbaikan.

“Tinjauan sih sering, tapi belum ada juga tindakan. Perbaikan atau apa gitu,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Srimenganten yang bernama Jinung tidak dapat dikonfirmasi. Diketahui, yang bersangkutan jarang berada di ruang kerjanya, padahal beliau tinggal di lingkungan perumahan sekolah. Bahkan, hingga berita ini diterbitkan, Jinung tidak dapat dihubungi dan terkesan menghindar.

Kondisi infrastruktur bangunan sekolah yang rusak tersebut, apabila dibiarkan tanpa ada upaya rehabilitasi bangunan, tentunya lambat laun membuat para guru merasa tidak nyaman, karena berpotensi menyebabkan musibah di kemudian hari. Sedangkan, semestinya pihak sekolah mampu mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk melakukan rehabilitasi atau renovasi bangunan kantor.

Kepala SD Negeri 1 Srimenganten yang sulit dikonfirmasi meski awak media berulangkali berusaha menemuinya, sampai saat ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan tentang implementasi pengelolaan anggaran sekolah terhadap infrastruktur bangunan, serta sarana dan prasarana sekolah setempat.[Eko Purwanto]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *