November 13, 2025 Oleh Ramanews.tv 0

OJK dan Pemkot Metro Perkuat Bank Sampah Sebagai Penggerak Ekonomi Hijau

Ramanews.tv, Kota Metro – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kota Metro memperkuat peran bank sampah sebagai penggerak ekonomi berbasis lingkungan melalui kegiatan Literasi Keuangan dan Product Matching bagi pengurus bank sampah se-Kota Metro, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan yang digelar di Aula Pemkot Metro ini merupakan upaya strategis untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis.

Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Jasa Keuangan OJK Provinsi Lampung, Eti Elyati, menyampaikan bahwa OJK berkomitmen meningkatkan literasi keuangan masyarakat, termasuk para pengurus bank sampah. “Literasi keuangan merupakan kunci mencapai kesejahteraan, sementara inklusi keuangan memastikan akses layanan keuangan yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat,” jelas Eti.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46 persen, sementara inklusi keuangan berada di angka 80,5 persen. “Angka ini menunjukkan akses keuangan sudah baik, namun pemahaman mengelola keuangan masih perlu ditingkatkan,” tambah Eti.

Eti juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai produk keuangan digital tidak resmi, termasuk judi online. “OJK telah memblokir lebih dari 8.000 rekening yang terindikasi transaksi judi online. Masyarakat harus kritis terhadap tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan tidak wajar,” tegasnya.

OJK memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkot Metro yang berhasil meraih TPAKD Award 2025 untuk wilayah Sumatera, dengan bank sampah sebagai salah satu program unggulan. “Bank sampah telah menjadi instrumen penting dalam mewujudkan inklusi keuangan berbasis lingkungan,” ucap Eti.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Metro, Yulia Candra Sari, menekankan bahwa bank sampah tidak hanya berkontribusi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi signifikan. “Meski keuntungan perorangan kecil, jika dikelola secara kolektif hasilnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah,” jelas Yulia.

Yulia mengungkapkan prestasi Kota Metro dalam program keuangan inklusif, termasuk penghargaan KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) pada 2023 dan 2024, serta TPAKD Award 2025. “Bank sampah adalah program unggulan yang mendukung penghargaan ini, karena tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga memiliki nilai ekonomis,” paparnya.

Ke depan, Yulia mendorong pengurus bank sampah untuk meningkatkan kapasitas, menjaga transparansi keuangan, dan memperluas kolaborasi dengan perbankan maupun perusahaan swasta. “Dengan pengelolaan keuangan yang baik, bank sampah dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran bank sampah sebagai motor penggerak ekonomi hijau sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik. (*)[Advertorial]